Solusi Dinding Retak

Solusi Dinding Retak

Solusi Dinding Retak

No Comments on Solusi Dinding Retak

SOLUSI DINDING RETAK

Solusi Dinding Retak – Setelah kita mengetahui apa saja penyebab dari permasalahan terjadinya retak pada rumah, maka dari itu kita juga harus mengetahui apa saja solusi atau cara mengatasi dari dinding retak ini.

Tips Solusi Permasalahan Dinding Rumah Retak Struktur

Cara mengatasi retak struktur harus dilihat dari penyebabnya, berikut penjelasannya:

  • Pondasi Turun

Jika penyebab dinding rumah retak struktur diakibatkan karena adanya pondasi yang mengalami penurunan, solusi yang dapat diambil dengan cara membuat pondasi baru secara berdekatan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara melakukan pemadatan pada tanah dibawah lokasi baru yang akan dibangun. Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan kolom penyangga bangunan yang baru agar penyaluran beban dari sloof dan ringbalk dapat terdistribusi dengan sempurna.

  • Kerusakan Struktur pada Balok

Tetapi apabila penyebab keretakan karena adanya kerusakan struktur pada balok, perlu diperhatikan terlebih dahulu apakah memungkinkan untuk dapat dibuat tambahan kolom bangunan pada bagian bawahnya. Seandainya memang tidak dimungkinkan lagi melakukan solusi tersebut, solusi lain yang dapat dilakukan adalah dengan menyuntik/digrouting dengan cairan kimia khusus (epoxy) sebagai pengikat keretakan. Setelah itu dapat dilakukan penambahan dimensi balok dengan perkuatan dari luar.

  • Kerusakan Struktur Kolom Penyangga Bangunan

Kolom tambahan dapat dibuat apabila kerusakan yang ditemukan terletak pada struktur kolom penyangga bangunan. Kolom tambahan yang akan dibangun tersebut akan mensuport kolom yang rusak dengan membagi beban yang terdistribusi pada kolom-kolom tersebut. Cara lainnya adalah dengan menggunakan sistem penyuntikan dengan cairan epoxy untuk memperkuat kolom yang rusak sebelum memperlebar dimensinya.

Seandainya penyebab dinding rumah retak struktur yang ditemukan pada kolom penyangga bangunan sifatnya minor, solusi perbaikan dapat dilakukan dengan melakukan penambalan dengan plesteran. Tujuannya agar tulangan besi yang terdapat didalamnya tidak terkena udara luar yang dapat menyebabkan karat.

Lakukan pengontrolan air yang mengalir di dasar pondasi bangunan agar kemungkinan erosi yang terjadi dapat dihindari. Hal ini sangat akan sangat membantu agar kemungkinan terjadinya retak pada dinding bagian atas dapat dihindari.

Retak Non Struktur

Lain halnya dengan dinding rumah retak struktur, penyebab retak non struktur bisa disebabkan oleh beberapa hal:

1. Crazing

Yaitu retak yang disebabkan karena terlalu banyaknya plesteran yang digunakan. Beberapa ciri yang dapat terlihat seperti adanya:

  • Pola retak halus yang samar dan dangkal (retak rambut)
  • Pola yang terbentuk adalah pola hexagonal dengan jarak keretakan yang sangat dekat.

Tips solusi permasalahan:

  • Dengan cara mengorek retakannya untuk dibersihkan, kemudian di dempul secara rata sampai permukaan yang retak tertutup.

 

2. Map Cracking

Penyebabnya adalah:

  • Kandungan semen yang digunakan terlalu berlebih
  • Plesteran yang terlalu cepat dibiarkan mengering, sehingga pengeringannya tidak merata secara keseluruhan.
  • Campuran acian yang terlalu tipis dan belum sepenuhnya kering pada saat diaplikasikan ke dinding, kemudian dilakukan acian kembali
  • Penggunaan cat yang bermutu kurang baik, sehingga tidak elastis pada saat diaplikasikan.

Tips solusi permasalahan:                                          

  • Merapihkan retakannya dahulu, dan kemudian menutupnya dengan dempul.
  • Melakukan penyiraman air hingga benar-benar lembab pada bagian dinding yang akan di aci.

Adapun karakteristik yang jelas terlihat dari jenis retakan ini seperti:

  • Sesuai dengan namanya, pola retakan nya mirip dengan berbentuk peta (map)
  • Berbentuk heksagonal yang mempunya jarak 200mm pada retakannya.
  • Mempunyai struktur retakan yang cukup dalam
3. Retak Susut

Retak jenis ini masih dapat dikatakan masih bagian dari retak non struktur. Tips perapihannya bisa dengan menggunakan dempul pada bagian retakan. Pada retak susut, kategorinya dapat dibedakan berdasarkan jenis retakannya:

  • Susut Plastis

Retak jenis ini biasanya terjadi pada bagian sudut-sudut seperti sudut pintu dan sudut jendela. Penyebab keretakan jenis ini adalah lebih dikarenakan oleh banyaknya kadar air berlebih yang hilang pada saat proses plasteran awal dikerjakan, sehingga pada saat mengering terjadi penyusutan.

  • Susut Kering

Penyebabnya lebih disebabkan oleh karena terdapatnya kandungan semen yang tinggi pada dinding, plesteran yang di aplikasikan terlalu tebal dan pemilihan jenis pasir yang bermutu rendah. Bisa juga karena batu bata yang mengalami pemuaian setelah sekian lama.

Disebabkan juga karena adanya perubahan volume plesteran atau beton pada saat terjadi proses pencampuran antara pasir dan air. Dengan kata lain perubahan volume ini terjadi akibat reaksi kimia yang terjadi pada saat proses pencampuran kedua elemen bahan tersebut.

Dan bisa juga karena proses karbonasi yang terjadi saat masuknya gas CO2 atau karbondioksida kedalam pori plesteran ataupun beton yang sudah mengeras. Sebagai catatan, jenis retak non struktur ini biasanya tidak berbahaya, hanya berpengaruh terhadap nilai estetis bangunannya yang akan banyak dipenuhi oleh garis-garis retakan halus yang tidak beraturan.

About the author:

Leave a comment

Head Office :

Digital Arsitek Indonesia
Alamat : Jl. Babadan No.27 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.
Produksi : Digital Arsitek Indonesia
- Design dan Produksi Interior
- Bidang Arsitek Perencanaan dan Pelaksanaan Bangunan
Berdiri : Tahun 2014
Telephon :
- (0274) 501 7127
-0878 3429 1916
Email : jogjaonesolution@gmail.com

Our Service

- Desain Interior & Eksterior
- Mebel Design & Produk :
  - Kitchen Set
  - Almari Rumah
  - Almari Kantor. dll
- Construksi Besi
  - Canopi
  - Pagar
  - Relling
  - Stenlis

Kategori

Arsip

Ikuti Info dari kami

Interior Jogja Flamingo

Back to Top