Fixed window

©
Pada gedung-gedung tinggi yang dijadikan area perkantoran, banyak yang mengunakan fixed window. Jendela jenis ini merupakan jendela mati yang tidak memiliki ventilasi. Sehingga, hanya berfungsi untuk memasukkan cahaya. Sirkulasi udara biasanya dikontrol dengan penyejuk udara atau AC.

Namun, risiko penggunaan jendela ini tentunya harus dipertimbangkan dengan baik. Ketika penyejuk udara tidak berfungsi atau listrik sedang bermasalah, sirkulasi udara jadi tidak lancar, dan aktivitas di dalam ruangan pun dapat terganggu.

Sliding window

©
Sesuai dengan namanya, ini adalah jendela geser yang bisa dibuka-tutup dengan cara menggesernya secara horizontal. Kelebihannya, jendela ini cocok untuk ruang yang terbatas. Pergerakan jendela tidak akan mengganggu peletakan benda di depan atau belakangnya.

Casement window

©
Merupakan jendela ayun yang salah satu sisi sudutnya diberi engsel, dan dioperasikan dengan cara diayun keluar atau ke dalam. Jendela ini mampu menyediakan bukaan 100 persen sehingga udara dapat masuk dengan leluasa. Prinsip ayun ini juga dipakai model jendela awning dan hopper, jendela yang bagian atas atau bawahnya diberi engsel sehingga bukaan menghadap atas atau bawah. Dengan model ini, biasanya bukaan tidak bisa sembilan puluh derajat, paling besar 45 derajat.

Jendela untuk sebuah rumah tidak hanya terdiri dari satu model atau jenis, melainkan banyak. Beberapa di antaranya bahkan memiliki fungsi lebih.: Mengenal Ragam Jenis dan Model Jendela Rumah