Jl. Babadan No.27 Yogyakarta
0857-2961-6938
nikenswastika23@gmail.com

Jenis-Jenis Retak Pada Bangunan

MELAYANI SETTING INTERIOR RUANGAN, KAMAR, RUANG TAMU, DAPUR, KITCHEN SET, ARSITEK

Jenis-Jenis Retak Pada Bangunan

interior jogja

interior jogjaJENIS-JENIS RETAK PADA BANGUNAN

Interior Jogja – Salah satu masalah yang mungkin terjadi pada tembok rumah adalah terjadi keretakan karena beberapa sebab. Namun tahukah Anda, jika retak pada tembok ini memiliki jenisnya. Mungkin kita sebagai orang awam yang kita tahu adalah retak tembok terdapat satu saja bukan? Yuk langsung saja intip ulasan berikut ini.

Kenali Beda Jenis Retak pada Bangunan

  1. Retak Struktural
    Jenis retak ini adalah jenis retak yang dapat berakibat buruk pada bangunan hunian Anda secara keseluruhan. Penyebab retakan ini adalah terjadinya pergeseran tanah pada lokasi rumah yang dibangun. Jika hal ini terjadi, Anda perlu mengambil tindakan secepatnya. Jika penanganannya terlambat, kekuatan bangunan bisa berkurang dan akan mengganggu Anda sebagai penghuninya. Ciri dari retak struktural adalah selalu diawali dari bagian pojok atas menuju arah basah dan menghasilkan garis yang diagonal. Namun ada pula keretakan yang bentuknya mengikuti susunan batu bata. Penyebab dari munculnya keretakan ini adalah jika terjadi pergeseran kolom dan pondasi yang menjadi sumber kekuatan dinding untuk menopang beban bagunan. Penyebab pergeseran ini sendiri adalah karena keadaan tanah yang tidak stabil, sehingga tanah mudah bergerak ketika terjadi bencana seperti gempa.

  1. Retak Non-struktural
    Untuk jenis retak non-struktural, efek yang ditimbulkan bagi bangunan tidak terlalu berat seperti efek retak struktural namun bisa mengurangi nilai estetis bangunan. Retak jenis ini hanya terjadi pada lapisan dinding saja, meski bentuknya seringkali tidak beraturan.  Ada 3 (tiga) jenis retak struktural:

    • Crazing. Retakan membentuk jaringan retak yang halus, dangkal dan tidak bersambung. Membentuk pola hexagonal dengan jarak retak 5 mm – 75 mm
    • Map cracking. Pola retakan menyerupai peta dan membentuk pola heksagonal dengan jarak hingga 200 mm. Struktur retakan cenderung lebih dalam dan bersambung.
    • Retak susut atau shrinkage, terjadi akibat kandungan semen yang tinggi, mutu pasir yang buruk serta plesteran yang diaplikasikan terlalu tebal.

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi ketahanan bangunan adalah semen. Tak hanya takaran dan komposisi saat mengolah semen, Anda harus memastikan semen yang Anda gunakan adalah semen berkualitas terbaik dengan inovasi terdepan.

Semen Holcim dengan formula Micro Filler Particle memiliki butiran mineral mikro yang halus sehingga mampu mengisi rongga dengan sempurna, sehingga dapat menghasilkan lapisan dinding yang tahan lama dan tak mudah retak ketika terjadi pergeseran.

INTERIOR JOGJAKITCHEN SET JOGJADigital Arsitek Indonesia perusahaan yang bergerak di bidang jasa Interior dan Eksterior kami berdiri sejak tahun 2014. Produksi yang kami berikan adalah Design dan Produksi Interior dan Bidang Arsitek Perencanaan dan Pelaksanaan Bangunan. Untuk pemesanan KLIK DISINI! Hubungi kami di  WA: 085729616938

Bagikan :

Tags: , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat