Jl. Babadan No.27 Yogyakarta
0857-2961-6938
nikenswastika23@gmail.com

Tips Memilih Keramik Lantai Kamar Mandi

MELAYANI SETTING INTERIOR RUANGAN, KAMAR, RUANG TAMU, DAPUR, KITCHEN SET, ARSITEK

Tips Memilih Keramik Lantai Kamar Mandi

Tips Memilih Keramik Lantai Kamar Mandi

Tips Memilih Keramik Lantai Kamar Mandi – Bicara mengenai lantai, salah satu alternatif lantai yang paling digemari adalah keramik. Mulai tampilannya yang bersih dan higienis, harganya yang semakin terjangkau, dan pilihannya yang semakin beragam membuatnya semakin digemari. Secara umum, Anda bisa memilih lantai keramik yang mengkilap atau pun tidak mengkilap. Saat ini, dapat dilihat kalau lantai keramik mengkilap (glazed) cukup mendominasi pasaran. Berikut tips memilih keramik lantai.

1. Pastikan Pilihan Keramik Lantai Tidak Nabrak Gaya Hunian Anda

©Architectron

Sebelum memilih keramik lantai, pertimbangkan gaya rumah Anda. Pastikan bahwa keramik yang Anda pilih sesuai dengan keseluruhan gaya rumah Anda. Sebagai contoh, tentunya tidak menarik jika seluruh lantai rumah Anda yang bergaya minimalis kontemporer mendapat keramik model Victoria yang rumit dan ‘berat.’ Anda tentunya ingin keramik lantai yang membuat rumah terlihat lapang dan sederhana untuk hunian bergaya minimalis. Demikian pula untuk berbagai gaya hunian lainnya, pastikan agar keramik lantai Anda sesuai.

 

2. Ukuran Ruangan

©Shutterstock

Anda juga perlu mempertimbangkan ukuran ruangan yang akan mendapat keramik. Ruang ukuran medium atau besar akan tampak semakin lega dan terbuka dengan keramik ukuran besar, misalnya ukuran 60×60. Kamar tamu, dapur, serta ruang makan umumnya memakai keramik jenis ini.

Keramik ukuran kecil hingga medium umum digunakan di kamar mandi, sebagai batas atau pinggiran. Untuk keramik kamar mandi, ruang nat yang banyak pada keramik-keramik ukuran kecil bisa menambahkan traksi lebih bagi kaki sehingga tidak mudah tergelincir. Sebagai tambahan, keramik ukuran kecil juga umum digunakan sebagai keramik backsplash di dapur.

3. Warna Keramik

©Studio Kuskus

Warna keramik juga sangat penting untuk membangun kesan yang ingin Anda bangun pada ruangan. Ruangan sempit akan terasa lebih lega dan besar dengan warna keramik lantai yang lebih cerah. Warna-warna krim atau pastel, misalnya, akan membuat area sempit seperti kamar mandi tampak besar. Warna keramik yang gelap bisa memberi kesan hangat, terutama untuk ruangan-ruangan berukuran besar yang terbuka dan memiliki cahaya ruangan cukup.

Untuk area yang menjadi tempat hilir mudik atau beraktivitas, coba gunakan keramik lantai dengan warna kombinasi. Perbedaan kontras warna bisa membantu menyamarkan lantai yang mudah kotor. Anda, misalnya, bisa menggunakan paduan abu-abu dan putih. Warna coklat dan tan juga bisa dipakai, begitu pula keramik bermotif.

4. Pola dan Tekstur Keramik Lantai

©Delution Design

Terkait pola dan tekstur keramik lantai, semuanya terserah pada selera Anda. Pilihan keramik mengkilap atau tidak mengkilap (unglazed), polos atau berpola tertentu adalah pilihan individual. Hanya saja, yang perlu diperhatikan, adalah bahwa keramik mengkilap lebih mudah dibersihkan. Sementara itu, keramik unglazed memerlukan polesan agar tidak cepat kotor atau ternoda.

5. Grout atau Nat

©Shutterstock

Grout (semen khusus pengisi celah keramik) juga memainkan peranan penting untuk memberi kontras warna yang lebih sedap. Untuk menekankan permainan garis dan desain, Anda bisa memilih grout yang berwarna kontras dari warna keramik lantai. Grout dengan warna senada dengan warna keramik akan memberi efek lantai yang lega dan seamless.

 

Demikian 5 faktor yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih keramik lantai. Simpel, Bukan? Semoga bermanfaat 🙂

 

Bagikan :

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat